Skip to content

Mikoriza, Penolong Tanaman di Lahan Kering Sekaligus Penyelamat Hutan

09/11/2009

Mikoriza merupakan jamur yang hidup bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Namun ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Keberadaan mikoriza sangat penting di hutan tropis khususnya di Indonesia yakni berperan sebagai rantai makanan bagi rizosfer akar dan memacu pertumbuhan hampir semua jenis pohon di hutan tropis Indonesia. Mungkin masih banyak kita yang tidak pernah berpikir bahwa hutan tropis yang kaya  raya telah mengandung pupuk kimia alami yang berlimpah.

Sistem Simbiosis

Mikoriza  termasuk dalam rantai makanan ekosistem pemasok makanan dan turut membesarkan  pohon-pohon raksasa di hutan tropis Indonesia. Hubungan antara mikoriza dengan pohon-pohon besar ini bersifat simbiotik mutualisme atau sering disebut kerjasama saling menguntungkan antara tanaman hutan (inang) dan mikroba tanah (mikoriza).

Inang (pohon besar) dalam pertumbuhan hidup nya mendapatkan sumber makanan lebih banyak dari dalam tanah karena bantuan penyerapan lebih luas dari organ-organ mikoriza  pada sistem perakaran  dibandingkan yang diserap oleh rambut akar biasa. Makanan utama yang diserap adalah  fosfor  (P) dan juga termasuk nitrogen (N), kalium (K) dan unsur mikro lain  seperti Zn, Cu dan B.

Melalui proses enzimatik,  makanan yang terikat kuat  dalam ikatan senyawa kimia seperti aluminium (Al) dan besi (Fe), dapat diuraikan dan dipecahkan dalam bentuk tersedia bagi inang. Karena cuma tanaman inang  yang  berfotosintesis, sebagai  imbalannya, sebagian  hasil fotosintat  (berupa karbohidrat cair) yang ‘dimasak’ pada daun berklorofil didistribusikan  ke bagian akar inang, dan tentunya mikoriza di jaringan korteks akar  inang mendapatkan  aliran ‘makanan’ atau energi untuk hidup dan berkembangbiak di dalam tanah.  Dari kegiatan barter antara mikoriza  dan inang, maka proses simbiosis mutualistis berlangsung terus menerus dan saling menguntungkan seumur hidup inang.

Atas dasar inilah, untuk memperbaiki ekosistem hutan yang terdegradasi kita dapat menggunakan tanaman mikoriza sebagai cara alami (back to nature) untuk memperoleh tanah yang subur dengan pemanfaatan ‘pupuk alam’. Prinsip  kembali kepada alam berupa pemanfaatan kekayaan mikoriza di hutan tropika dan menggunakannya kembali mikoriza telah diseleksi  dan diinokulasi kembali ke bibit tanaman hutan.  Begitu banyaknya  jenis mikoriza, maka kita perlu menyeleksi jenis-jenis mikoriza yang cocok dengan inang. Sebagai contoh, jenis-jenis meranti (keluarga Dipterocarpaceae)  lebih suka bersimbiosis dengan cendawan ektomikoriza. Ada banyak jenis mikoriza yang masih ‘terkubur’ yang belum dimanfaatkan secara ekonomis. Butuh penelitian dan pemanfaatan yang lebih luas guna menghijaukan hutan dengan meningkatkan kesuburan tanah.

Mikoriza, Penolong Tanaman Di Musim Kering

Selain untuk tanaman-tanaman besar di hutan, jamur Mikoriza dapat bersimbiosis dengan tanaman perkebunan seperti melinjo, pinus, jagung, sawit dan lain-lain (jenis mikoriza bergantung pada jenis tanaman). Dengan simbiosis ini, daya tahan tanaman inang meningkat sehingga tidak sampai mati, atau layu akibat menipisnya persediaan air didalam tanah selama kemarau panjang.  Akar tumbuhan yang diselimuti muselium hasil simbiosis dengan mikoriza menjadikan tanaman tahan terhadap menipisnya persediaan air didalam tanah sementara unsur hara pada tanah tetap terpelihara.

Mikoriza sendiri bersimbiosis dengan dua kelompok jamur yaitu hektomikoriza yang biasa digunakan untuk farmasi, akasia dan tanaman perkebunan seperti Melinjo serta pinus. Sebanyak 93 persen tumbuhan di dunia berasosiasi dengan jamur mikoriza. Adanya mikoriza juga mempermudah penyerapan unsur hara oleh akar tanaman.

Dengan menggunakan mikoriza maka penggunaan pupuk untuk tanaman juga bisa dihemat seperti kelapa sawit yang membutuhkan banyak pupuk bisa dihemat setengahnya. Akar tanaman yang diselimuti mikoriza juga tahan terhadap serangan hama. Selain itu, jamur juga membentuk unsur phospor pada tanaman. Cara memanfaatkan mikoriza adalah ketika pembenihan melalui inkolasi bibit dengan mikoriza. Jamur mikoriza sudah diterapkan di Gorontalo pada tanaman jagung dengan hasil memuaskan, tahan terhadap penyakit dan penggunaan pupuk lebih hemat.

Semoga menjadi salah satu solusi bagi para petani di Indonesia!

Referensi:

  • Erdy Santoso, Maman Turjaman, Ragil SB Irianto. 2006. Aplikasi Mikoriza untuk Meningkatkan Kegiatan Rehabitas Hutan dan Lahan Terdegradasi. Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Bogor. Bogor
  • Mikoriza, Penolong Tanaman di Daerah Kering (Kompas, 2009)

@sungaipakning

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. 10/23/2009 4:00 pm

    kunjungi ya zerock07.multiply.com

  2. 10/23/2009 4:02 pm

    kunjungi ya zerock07.multiply.com

  3. 01/05/2010 8:07 am

    makasi artikel na, sangat membantu dalam tugas saia

  4. eman permalink
    02/06/2010 8:09 am

    Trims atas tulisanx. Udah banyak bantu z tntg mikoriza.
    Tp pa da pengaruh mikoriza terhadap aplikasi etanol/bioetanol y…?
    Klo dpt info tntg itu krim ja ke Email Q y, klo biza!!!
    emanagoge@gmail.com/eman_agoge@yahoo.co.id

  5. 10/23/2010 7:02 am

    yang pesen mikoriza bisa pm saya di 087870181552

Trackbacks

  1. Mikoriza, Penolong Tanaman di Lahan Kering Sekaligus Penyelamat Hutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: