Lanjut ke konten

Negara Kesatuan Republik Indonesia

04/25/2009

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Bendera Merah Putih

Garuda Pancasila

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, berada di posisi sangat strategis (menjadi incaran negara imperialisme – kapaitalisme) di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Kata “Indonesia” berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indos berarti “India” dan nesos yang berarti “nusa atau pulau”.

Kerajaan Nusantara

Sejarah Indonesia mulai terungkap ketika agama Hindu dan Buddha masuk ke nusantara melalui pelayaran dan membentuk kerajaan di pulau Sumatra dan Jawa sejak abad ke-6 hingga abad ke-14. Di era ini, berdirilah dua kerajaaan Nusantara yang kokoh dengan rakyatnya hidup makmur-harmonis. Sriwijaya menjadi kerajaan Buddha terbesar di bumi nusantara pada abad ke-8 dan Majapahit menjadi kerajaan terbesar dalam sejarah nusantara ini dengan rakyatnya yang Hindu-Buddha hidup dengan rukun, harmonis, makmur. Berdirilah Candi Borobudur (Buddha) bersamaan dengan Candi Prambanan (Hindu) dan candi-candi lain

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, berada di posisi sangat strategis (menjadi incaran negara imperialisme – kapaitalisme) di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Kata “Indonesia” berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indos berarti “India” dan nesos yang berarti “nusa atau pulau”.

Selanjutnya kedatangan pedagang Arab dari Gujarat-India membawa agama Islam. Berdirilah kerajaan-kerajaan kecil di pulau Andalas, Jawa, Borneo, Celebes dan pulau kecil lainnya.

Peta Nusantara

Peta Nusantara

Kolonialisme di bumi Nusantara

Di awal abad ke-16, berdatanglah negara-negara imperialisme mencari daerah-daerah sumber pertanian, perkebunan dan kekayaan alam lainnya di beberapa kerajaan kecil di Asia dan Afrika.

Portugis masuk melalui Malaka, mencoba menguasai Banten dan Sunda Kelapa tapi berhasil diusir dan akhirya menguasai Maluku. Abad ke-17, kolonialisme Belanda menguasai nusantara mengalahkan Inggris dan Portugal. Misi menjajah daerah dengan membonceng 3G (Gold, Glory, Gospel) turut menyebarkan ajaran Kristen di nusantara ini.

Belanda dengan VOC telah memecah belah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara dan mengeruk kekayaan alam nusantara dengan paksa untuk dibawa ke negerinya. Berbagai perlawanan dilakukan melawan imperialisme ini oleh tokoh-tokoh pejuang nusantara kita seperti Pangeran Diponegoro (perang terbesar Belanda melawan kerajaan di Jawa), Iman Bonjol, Teuku Umar-Cut Nyat Dien, dan lainnya.

Masa Kebangkitan Nasional

Pada tahun 1908 didirikan Budi Oetome yang menjadi tonggak perjuangan membangun kekuatan bangsa untuk mendapatkan kemerdekaan. Pergerakan yang lebih terarah lagi terlaksana 20 tahun setelah Kebangkitan Bangsa, yakni Sumpah Pemuda, dimana istilah Tanah Air, Bangsa dan Bahasa Indonesia digunakan bersama. Tokoh-tokoh sentral politik di era itu adalah Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, HOS Cokro, Ki Hajar Dewantara, Syahrir dan masih banyak lagi. Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia tahun 1942.

Kemerdekaan RI

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia; setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, kelompok pimpinan Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Kekuatan rakyat yang teguh untuk mengusir impereliasme (Belanda, Inggris, Amerika) untuk masuk kembali ke Indonesia berhasil dipukul mundur dengan darah bersimbah di bumi pertiwi. Agresi Militer I dan II, perlawanan 10 November 1945 di Surabaya, Bandung Lautan Api, dan masih banyak lagi. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949.

Demi kemerdekaan bangsa-bangsa lain atas penindasan kolonialisme di negara-negara serta pengaruh neo-kolonialisme pada negara baru merdeka di Asia-Afrika, Bung Karno membentuk Konferensi Asia-Afrika (April 1955) dan gerakan non-blok bersama beberapa negara di Asia-Afrika.

Tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal AD. Muncullah kekuatan baru (Orde Baru) yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah (Bung Karno) serta mengganti ideologi nasionalis-pro-rakyat menjadi ideologi liberal pro-neokolonialisme barat. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967, dan sejak Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendapat pinjaman dari IMF dan World Bank, dan perusahaan MNC yang menguras kekayaan alam kita demi kepentingan korporasi dan segelintir elit di pemerintahan Soeharto. Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998. Utang yang ditinggalkan Orde Baru meledak mencapai US$ 150 milyar dolar selama 32 tahun, dibanding dengan US$ 2,5 milyar dolar selama 20 tahun pemerintahan Bung Karno.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (63% suara).

Tambahan (17 Januari 2009)
Banyak yang bertanya atas kevalidan data dan artikel yang saya sampaikan.
Oleh karena itu, saya berikan referensi utama saya: (silahkan klik)

Republik Indonesia
Indonesia
Sejarah Nama Indonesia

About these ads
3 Komentar leave one →
  1. 12/13/2010 10:59 am

    aku baba buntanl yang berak

  2. zulkifli permalink
    08/01/2011 11:20 pm

    Kemerdekaan Indonesia tidak gampang untuk di raih saat itu, menurut aku kita tetap ingat jasa2 para pejuang indonesia, kita masyarakat baru harus mnghargai beliau…! NKRI itu harga mati

  3. 02/15/2013 11:59 am

    This particular blog, “Negara Kesatuan Republik Indonesia Sungai Pakning – Bukit Batu” shows that u
    actually comprehend everything that u r writing about!
    I totally agree with your post. Thanks ,Curtis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: